TAZKIRAH : HEBATNYA MEMBERI SALAM



Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Hak muslim pada muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang menanyakan, ”Apakah keenam hal itu?” Lantas beliau sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamkallah’), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (Hadis Riwayat Muslim)
Apakah hak-hak yang disebutkan di sini adalah wajib?
As Son’ani mengatakan, “Hadis ini menunjukkan bahawa inilah hak muslim pada muslim lainnya. Yang dimaksud dengan hak di sini adalah sesuatu yang tidak baik untuk ditinggalkan. Hak-hak di sini ada yang hukumnya wajib dan ada yang sunnah mu’akkad (sunnah yang sangat ditekankan) yang sunnah ini sangat dekat dengan wajib.” (Kitab Subulus Salam)
Hukum Memulai Mengucapkan dan Membalas Salam
Jika kita melihat dari hadis di atas, akan terlihat perintah untuk memulai mengucapkan salam ketika bertemu saudara muslim kita yang lain. Namun sebagaimana dinukil dari Ibnu ‘Abdil Barr dan selainnya, mereka mengatakan bahawa hukum memulai mengucapkan salam adalah sunnah, sedangkan hukum membalas salam adalah wajib. (Kitab Subulus Salam)
Ucapkanlah Salam Kepada Orang yang Engkau Kenali dan Tidak Engkau Kenali
Imam Bukhari membawakan dalam kitab sahihnya Bab ‘Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal mahupun tidak dikenal’. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahawasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Amalan Islam apakah yang paling baik?” Beliau sallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang memerlukan) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (Hadis Riwayat Bukhari)
Bahkan bila mana mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenali sahaja, dan tidak mahu mengucapkan salam kepada orang yang tidak dikenali merupakan tanda hari kiamat.
Imam Bukhari mengeluarkan sebuah hadis dalam Adabul Mufrod dengan sanad yang sahih dari Ibnu Mas’ud. Ibnu Mas’ud mengatakan bahawa dia melewati seseorang, lalu orang tersebut mengucapkan, “Assalamu ‘alaika, wahai Abu ‘Abdir Rahman.” Kemudian Ibnu Mas’ud membalas salam tadi, lalu dia berkata,
Nanti akan datang suatu masa, pada masa tersebut seseorang hanya akan mengucapkan salam pada orang yang dia kenali saja.”
Ibnu Hajar mengatakan, “Mengucapkan salam kepada orang yang tidak kenali merupakan tanda ikhlas dalam beramal kepada Allah Ta’ala, tanda tawadhu’ (rendah diri) dan menyebarkan salam merupakan syi’ar dari umat ini.” (Kitab Fathul Bari)
Saling Mengucapkan Salam akan Menimbulkan Rasa Cinta
Mengucapkan salam merupakan sebab terwujudnya kesatuan hati dan rasa cinta di antara sesama muslim sebagaimana sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam,
 Kalian tidak akan masuk syurga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Mahukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (Hadis Riwayat Muslim)
Moga Allah beri kekuatan untuk kita beramal soleh.