TAZKIRAH : AZAM TAHUN BARU



Awal tahun baru 2108 sudah berlalu beberapa hari. Nak masuk Februari dah kan. Masih seperti dahulu, umat Islam melewati masa pergantian tahun Masihi itu dengan pelbagai cara. Ada yang melaluinya dengan jambatan ketaatan di malam hari, namun tak sedikit pula yang tenggelam dalam keburukan dan kemaksiatan.
Uniknya, walaupun berbeza cara, tetapi semua manusia mempunyai harapan yang sama. Sejak awal, mereka berharap semoga tahun 2018 ini menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Bagi orang beriman, membuat amalan yang terbaik dan berubah menjadi lebih baik adalah sebuah harapan keimanan yang tersemat di dada. Sebab iman yang mantap akan menggerakkan seorang Muslim untuk tidak pernah jemu dan berhenti dalam misi mencari ilmu dan beramal dalam kehidupan.
Allah berfirman, “Maka berlumba-lumbalah dalam berbuat kebaikan”
(QS. Al-baqarah [2]: 148)

Nabi Muhammad (SAW) pernah mengajarkan sebuah doa yang baik untuk diamalkan dan merangkumi keseluruhan hajat. Ini kerana doa ini tidak hanya meminta kebaikan hidup di dunia, tapi juga memohon keselamatan hidup di Akhirat kelak. Sebaiknya doa ini boleh dimunajatkan setiap waktu sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah.
Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, Nabi bersabda:
 “Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang meurupakan penjaga keselamatan urusanku, perbakilah untukku urusan duniaku yang di dalamnya terdapat mata pencarianku, dan perbaikilah untukku urusan akhiratku yang akan menjadi tempat kembalilku. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai pemutus dari setiap keburukan.”
(Hadis Riwayat Muslim).

Pertama:  Doa agar agamanya diperbaiki
Sebagai asas kehidupan, urusan agama hendaklah menjadi fokus dan keutamaan dalam setiap urusan. Termasuk ketika memohon kebaikan kepada Allah. Lalai terhadap kewajipan agama adalah tanda kerosakan seluruh kehidupan manusia, dunia dan akhirat. Oleh itu dalam melayari kehidupan baru dalam suasana tahunbaru ini, antara azam yang boleh disematkan adalah supaya diperbaiki segala urusan agama dalam kehidupan harian.

Kedua: Doa agar dunianya diperbaiki
Sebagai agama yang sempurna, Islam tak hanya membicarakan hal berkaitan akhirat sahaja dan melupakan urusan dunia. Untuk itu, Nabi tetap menuntun umatnya agar tetap memperhatikan kehidupan dunia. Mulai dari urusan rezeki yang halal, isteri solehah, anak-anak yang boleh menjadi qurratu a’yun, hingga tempat tinggal dan kenderaan. Semua itu disebut sebagai kecenderungan manusia yang fitrah.
Bezanya, orang beriman menjadikan hal tersebut sebagai ladang amal untuk memperoleh pahala melipat dan balasan yang lebih baik di hari Akhirat kelak. Mereka menikmati dunia tetapi tidak sampai melenakan dan melalaikan diri dari hal keagamaan. Sebaliknya, orang-orang kafir menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan akhir dari kehidupan mereka.

Ketiga: Doa agar akhiratnya diperbaiki
Hidayah dan rahmat Allah adalah kunci utama kehidupan manusia. Dengan keduanya, manusia dapat membuka kebaikan apa saja sekaligus terhindar dari keburukan yang ada. Termasuk dalam munajat tersebut adalah istiqamah dalam ketaatan, husnul khatimah dalam kematian, dan mendapatkan rahmat serta ampunan agar bebas dari ancaman seksa api neraka.

Keempat: Doa agar bertambah kebaikan dalam kehidupan
Panjang umur menjadi salah satu impian kebanyakan manusia. Dalam Islam, selain dipanjangkan usia, hal yang lebih utama untuk diminta sebenarnya adalah keberkahan usia. Suatu ketika Nabi ditanya, siapa orang yang paling baik? Nabi menjawab:
 “Siapa yang panjang umurnya dan bagus amalnya.” (Hadis Riwayat Ahmad)

Kelima: Doa agar terhindar dari keburukan dengan kematian
Kematian adalah pemutus segalanya dalam kehidupan manusia di dunia. Bagi orang beruntung maka yang terputus itu adalah keburukan dan segala fitnah serta gundah gulana kehidupan dunia. Sedang kebaikannya tetap mengalir mengiringi perjalanannya menuju Rabb, Sang Pencipta. Nabi bersabda:
 “Seorang hamba yang mukmin beristirehat dari keletihan dunia dan kesusahannya, kembali kepada rahmat Allah. Sedangkan hamba yang jahat, para hamba, negeri, pohon dan binatang beristirehat (merasa aman dan tenang) darinya.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Moga Allah membantu kita menjadi lebih baik dalam semua urusan dunia dan akhirat pada tahun baru ini. InsyaAllah.

TAZKIRAH : KHOSYAH...???




Apakah itu khosyah??
Khosyah itu rasa takut pada Allah. Rasa takut ini sangat penting kita miliki.
Pagi ini, cuba kita buka mushaf lalu renungkan ayat,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (Surah Fathir: 28).
Sudah renungkan?
Saudaraku … rasa takut pada-Nya inilah yang membuat kita mudah menjauhi maksiat. Ada yang sering mengaji, banyak ilmu, rajin ke majlis ilmu, namun maksiat tetap diteruskan. Ada tidak? Ya jelas, ada.
Kenapa boleh jadi demikian?
Khosyah itu yang kurang lita miliki…. 
Jangan-jangan kita cuma faham hukum Islam (banyak mengaji atau menuntut ilmu), namun kerana tidak punya KHOSYAH (rasa takut pada-Nya), akhirnya maksiat tak pernah henti dan tidak mahu bertaubat.
Moga Allah memberikan kita rasa takut pada-Nya. Semakin takut, semakin kita menghampiri-Nya.